Tarekat Naqsyabandiyah yang dipimpin oleh Beliau mempunyai keunikan tersendiri dibanding tarekat - tarekat yang lain, diantaranya adalah penyampaian dakwahnya yang tidak hanya didukung oleh Al Qur'an, Al Hadits dan Ijma' Ulama tetapi juga didukung oleh Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (firman - firman Afaqi dan Kitabi), sehingga sangat sesuai dengan perkembangan umat dan zaman yang sudah memasuki abad teknologi dan informasi.
Ada beberapa istilah dari Syekh Mursyid Kadirun Yahya yang mengacu kepada teknologi dan metodologi Al Qur'an guna dapat dibuktikan, bahwa didalam Al Qur'an itu terdapat suatu |
| kekuatan atau power tak terhingga |
| ( |
 |
) |
|
Untuk mendapatkan dan mengeluarkan power hingga tak terhingga itu haruslah dengan memakai frekuensi dan channel atau gelombang yang tak terhingga pula.
Itulah yang dinamakan oleh Beliau Wasilah, nurun ala nurin yang terdapat dalam diri rohani Rasulullah SAW yang datang langsung dari Allah SWT, kemudian diteruskan oleh pewaris rasul yaitu para aulia - aulia Allah yang Kamil Mukamil
" Sebuah pesan: Janganlah menganut agama Islam hanya sebagai kepercayaan saja (dogma). Tapi anutlah Islam menjadi keyakinan yang ilmiah dan dapat dipraktekkan dengan nyata kebenarannya."
|